Di kutip dari beberapa sumber sebagai bahan renungan, intropeksi dan motivasi untuk menyelaraskan antara harapan dan kenyataan yang mengiringi perjalanan komite sekolah di negeri tercinta.
"Banyak masyarakat kurang memahami dana BOS (bantuan operasional pendidikan) dan APBS (anggaran pendapatan dan belanja sekolah), untuk itulah sebetulnya diperlukan komite sekolah,“ kata Ida kepada Kompas.com di Jakarta, Jumat (13/8/2l010).
Jumat, 13 Agustus 2010 | 20:52 WIB
Saya setuju para pengurus komite bisa memahami kepentingan sekolah dan orang tua siswa tidak hanya soal transparansi penggunaan keuangan saja, tapi juga cerdas dan berpikir kritis untuk turut membantu pengembangan kemajuan pembelajaran di sekolah
"Program-program yang ada hanya copy paste saja dari tahun ke tahun. Tidak ada inovasi dan kritis. Makanya, orang tua yang kritis jarang dipilih pihak sekolah untuk duduk di komite. Mereka alergi," ejek Eva Rais, mantan orang tua murid SDN RSBI Rawamangun 12 Pagi di Jakarta, Jumat (23/7/2010).
"Sejatinya, komite sekolah yang ideal itu bisa mewakili dan menjawab masalah-masalah orangtua murid. Mereka harus bisa mewakili aspirasi warga," ujar Koordinator Divisi Monitoring Indonesia Corruption Watch (ICW), Ade Irawan, di Jakarta, Jumat (13/8/2010).
Menurut dia, harus ada pengarahan secara berkelanjutan tentang membuat komite sekolah yang ideal. Sebutlah, misalnya, memasang pengarahan itu di situs milik Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) tentang cara-cara membentuk komite sekolah yang tepat, solid, dan kuat. Selain itu, harus ada pula arahan berupa garansi bagi orangtua yang aktif di sekolah.
Ade mengungkapkan, minimnya peran itu kerap disebabkan oleh dua masalah besar yang dihadapi komite sekolah. Pertama, baik pimpinan maupun anggota komite sekolah ditunjuk oleh kepala sekolah sehingga keputusan yang diambil komite lebih berat ke kepala sekolah, bukan masyarakat. Kedua, komite tidak memiliki kemampuan teknis dalam menyusun anggaran, khususnya APBS.
http://edukasi.kompas.com
Komite Sekolah, harapan dan kenyataan
Senin, 25 Oktober 2010
20.33
|
Label:
APBS,
BOS,
Komite Sekolah
|
This entry was posted on 20.33
and is filed under
APBS
,
BOS
,
Komite Sekolah
.
You can follow any responses to this entry through
the RSS 2.0 feed.
You can leave a response,
or trackback from your own site.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar